5 Fakta WhatsApp Third-Party Chats: Fitur Baru WhatsApp di Eropa yang Bikin Aplikasi Lain Bisa Terhubung

WhatsApp Third-Party Chats: Fitur Baru Yang Mengubah Cara Aplikasi Pesan Bekerja di Eropa

WhatsApp Third-Party Chats resmi diperkenalkan sebagai salah satu perubahan terbesar dalam industri aplikasi perpesanan. Mulai tahun ini, pengguna WhatsApp di wilayah Uni Eropa dapat mengirim dan menerima pesan dari aplikasi lain — suatu langkah yang sebelumnya dianggap mustahil karena WhatsApp dikenal sangat tertutup dalam ekosistemnya.

Fitur ini hadir sebagai hasil dari penerapan Digital Markets Act (DMA), regulasi baru Uni Eropa yang mewajibkan perusahaan teknologi raksasa membuka interoperabilitas demi menciptakan persaingan yang lebih sehat. Dengan hadirnya WhatsApp Third-Party Chats, industri aplikasi pesan instan kini memasuki era baru.

Berikut 5 fakta penting yang wajib Anda ketahui.


1. WhatsApp Third-Party Chats Hadir Karena Regulasi DMA

Poin pertama yang perlu dipahami adalah bahwa WhatsApp Third-Party Chats bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi kewajiban hukum. DMA mengharuskan platform digital besar — termasuk Meta sebagai pemilik WhatsApp — untuk membuka akses sistem mereka agar bisa diintegrasikan dengan layanan komunikasi pihak ketiga.

5 Fakta Exclusive: WhatsApp di Eropa Kini Bisa Chat ke Aplikasi Lain (Third-Party Chats)

Sebelumnya, WhatsApp beroperasi secara tertutup untuk menjaga keamanan end-to-end encryption (E2EE). Namun, dengan adanya DMA, WhatsApp harus menyediakan protokol komunikasi yang dapat dipakai oleh aplikasi lain, selama aplikasi tersebut mengikuti standar keamanan minimal yang ditetapkan.


2. WhatsApp Third-Party Chats Memungkinkan Chat dengan Signal, Telegram, dan Aplikasi Lain

Dengan fitur WhatsApp Third-Party Chats, pengguna kini bisa menerima pesan dari aplikasi berbeda, misalnya:

  • Signal

  • Telegram

  • Threema

  • Viber

  • Bahkan aplikasi pesan kecil yang menggunakan protokol standar E2EE

Pengguna dapat memilih apakah mereka ingin mengaktifkan fitur ini atau tetap hanya menggunakan WhatsApp secara tradisional. WhatsApp menjelaskan bahwa integrasi lintas-platform ini bersifat opsional demi menjaga kenyamanan dan keamanan.

Jika diaktifkan, pengguna akan menemukan tab khusus bernama Third-Party Chats di dalam aplikasi. Semua pesan yang datang dari luar WhatsApp akan masuk ke tab tersebut agar tidak bercampur dengan chat utama.


3. WhatsApp Third-Party Chats Tetap Menjaga Enkripsi End-to-End

Salah satu kekhawatiran terbesar publik adalah:
“Apakah keamanan WhatsApp masih terjaga jika aplikasi lain masuk?”

Jawabannya: ya, WhatsApp tetap menggunakan end-to-end encryption.

Namun, ada catatan penting:
Aplikasi pihak ketiga wajib mengikuti protokol keamanan WhatsApp atau menyediakan sistem enkripsi mereka yang telah disetujui WhatsApp sebagai kompatibel.

Jika sebuah aplikasi tidak memenuhi syarat keamanan tersebut, WhatsApp berhak menolak integrasi demi mencegah risiko penyadapan, manipulasi data, atau serangan pihak ketiga.

WhatsApp set to release third-party chat incorporation in Europe soon

Meta menjelaskan bahwa interoperabilitas ini adalah salah satu tantangan teknis terbesar mereka karena menyatukan dua sistem enkripsi berbeda tanpa mengorbankan keamanan adalah proses yang sangat kompleks.


4. WhatsApp Third-Party Chats Tidak Mendukung Semua Fitur WhatsApp

Walaupun fitur WhatsApp Third-Party Chats terdengar seperti integrasi penuh, kenyataannya tidak semua kemampuan WhatsApp ikut terbawa.

Fitur yang didukung:

  • Pesan teks dasar

  • Kirim dan terima media (dengan batasan tertentu)

  • Kirim file

  • Pesan suara (opsional, tergantung aplikasi pihak ketiga)

Fitur yang tidak didukung:

  • Status / Stories

  • Pesan yang menghilang otomatis (disappearing messages)

  • Panggilan suara dan video

  • Reaksi emoji

  • Komunitas WhatsApp

  • Channel WhatsApp

WhatsApp menyatakan bahwa fokus utama DMA adalah interoperabilitas pesan, bukan fitur lanjutan seperti panggilan video atau group call.


5. WhatsApp Third-Party Chats Hanya Berlaku di Uni Eropa—Belum Global

Ini adalah fakta terpenting:
Fitur WhatsApp Third-Party Chats hanya tersedia di negara-negara Eropa.

WhatsApp di Eropa Bisa Dipakai Chat dengan Aplikasi Lain

Negara non-UE seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan lainnya belum mendapatkan fitur ini karena tidak ada regulasi yang mewajibkan interoperabilitas seperti DMA.

Meskipun demikian, pakar teknologi memprediksi bahwa jika fitur ini terbukti sukses dan aman, kemungkinan besar WhatsApp dapat memperluasnya ke lebih banyak negara di masa depan. Namun, Meta belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana global tersebut.


Baca juga : Kecepatan Internet Seluler Indonesia 2025: Laporan Terbaru Tunjukkan Lonjakan Kecepatan Hingga Level Tertinggi


Kesimpulan: WhatsApp Third-Party Chats Menjadi Standar Baru Industri Pesan Instan

Hadirnya WhatsApp Third-Party Chats menjadi titik balik besar bagi dunia perpesanan digital. Untuk pertama kalinya, WhatsApp membuka pintu bagi aplikasi lain demi memenuhi regulasi Uni Eropa.

Meskipun fitur ini masih memiliki keterbatasan dan hanya tersedia di Eropa, inovasi ini dapat menjadi fondasi baru bagi masa depan komunikasi digital yang lebih terbuka, fleksibel, dan kompetitif.

Jika fitur ini terbukti aman dan nyaman digunakan, bukan tidak mungkin WhatsApp Third-Party Chats akan menjadi standar global di masa mendatang.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *